Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2016

Entahlah Manusia

Entahlah Manusia   Hari ini  Ada sedikit curahan nurani Entah apa semua ini Mungkin ini hanya mimpi Yang hanya sebuah ilusi Dan memang tidaklah pasti Aku berpikir tentang titik akhir Titik yang tak bisa aku pungkiri Hingga akupun merasa iri Iri karena kondisi Padahal semua ini sudah basi Aku mengharapkan bulan Namun tak semudah menunggu malam Aku mengharapkan mentari Namun tak semudah menunggu pagi Aku mengajak bintang tersenyum  Namun tak semudah pikir yg kurangkum Semua ini serasa keluar Keluar dari nalar Bulan Kupinta kau untuk turun Namun kau malah membuatku melamun Entahlah.. Mungkin aku sedikit gila Gila karena dunia Dunia yang terdapat manusia Manusia yang sedikit gila Gila yang tak kunjung tiba Nunut, 28 Rabiul Awal 1437

Candu Rindu

Candu Rindu Lagi lagi dan lagi Aku hanya bisa menggerutu  Menggurutu dalam nafsu Menggerutu dalam rindu Waktu waktu dan waktu Semua disalahkan pada waktu Hingga tak ada titik temu Padahal yg kupikirkan hanyalah kamu Tapi aku ragu  Apakah kamu tahu Aku tak tahu Entahlah Untuk bicara tentang rindu Aku tak bisa meramu Hingga semua menjadi syahdu Itu hanyalah palsu Mentari senja tak kunjung tiba Hanya ada cahaya yang merana Cahaya bulan tak kunjung datang Hanya bisa membuatku tak tenang Apa aku harus berpasrah pada lampu Hingga aku membuatmu ragu Akan adanya kehadiranmu Cahaya yang selalu kurindu Entahlah Cerita dibalik fakta Memang sedikit dusta Pagi siang sore hingga malam Mungkin ini jadi penggalan Tentang arti yang kusimpan Arti sebuah perjalanan Nunut,   Rabiul Awal 1437

Malam 00:30 pm

Gambar
(https://www.google.co.id) Malam 00:30 pm Tiba lagi di malam hari Tepatnya tengah malam Malam pertengahan menuju pagi Malam layaknya malam Malam ini Langit tak memberikan mimik Mimik yang selalu kurindukan Malam ini Langit tak memberikan rupa Rupa yang selalu kudambakan Malam ini Langit tak memberikan keindahan Keindahan yang selalu kucintai Semua serasa sesak Sesak yang tak nampak Keindahan yang tertutup oleh kabut Keindahan yang serasa bias tanpa napas Langit... Mengapa kau membuatku ragu Akan segala keindahanmu Dimana sinarmu Aku tak tahu Apa kau malu akan kehadiranku Hingga kau tutup semua ramu yang membuatku rindu Aku di sini Sendiri dalam sepi Melamun kau sambil menanti Apakah ini suatu pertanda Untukku menjadi gila Untukku kembali merana Atas apa yang telah ada Sehingga aku tertampar Sehingga aku mulai sadar Bahwa Tentangmu yang indah Tentangmu yang cerah Bukan satu-satunya arah Untukku dapat berpasrah  Nunut, 27 Rabiul Awal 1437 00:30 pm