Postingan

PENDIDIKAN YANG DIPERTANYAKAN !

Gambar
(Majelis Mahasiswa Indonesia) PENDIDIKAN YANG DIPERTANYAKAN ! Oleh Abdul Pirman Nugraha Majlis Mahasiswa Indonesia      Kini kita bertemu lagi dengan Hardiknas yang bertepatan dengan tanggal lahirnya bapak Pendidikan Indonesia yaitu Kihajar Dewantara. Terimaksih bapak kihajar yang telah mendidik leluhur saya. Bahkan mungkin sampai sekarang juga saya masih merasakan jiwa bapak atas apa yang telah bapak tinggalkan.             Pendidikan dilaksanakan pada dasarnya untuk membentuk setiap orang agar menjadi cerdas, berprestasi dalam setiap bakat dan minatnya, atau untuk terus memperbaiki peradaban kedepanya.             Namun ternyata merasa sedikit ganjil dengan pendidikan hari ini, dimana antara konsep dasar pendidikan agak bertolak belakang dengan kejadian yang nampak dilapangan. Saya akan lebih bercerita mengenai apa yang alami dalam ling...

Hiduplah dalam nyata

Bandung, 12 Februari 2017 Hiduplah dalam nyata Sejatinya bumi adalah pelabuhan dunia Mahluk kecil hiduplah kau berkelana Hiduplah kau dalam nyata Anganmu harus kau jaga Jangan sampai dia membuatmu dusta Hidup yang hanya membuatmu sengsara Pelabuhan ini bagaikan fatamorgana Kau bisa lihat sesuatu yang indah atau sebaliknya Huduplah dengan nyata Cintai dirimu dengan keutuhan manusia Kau butuh hidup untuk berkelana Carilah sesuatu untuk hidup yang tak sia-sia Hidupmu bukan hanya untukmu seorang Bertahanlah untuk dia setelahmu Namun kesengsaraanmu jangan kau diamkan Carilah tempat dimana kau mau Carilah hidup yang membuatmu cukup Diam Mu hanya membuatmu bisu Akhirnya kau hanya bisa menggerutu Gerak Mu akan membuatmu lelah Namun jangan kau kalah Dipelabuhan ini hanya ada menang dan kalah Carilah kemenangan Kemenangan yang membuatmu cukup Bergeraklah sampai kau lelah Matipun kau bukan pecundang Dan jangan kau diam dalam sengsara Sesungguhnya kemanusiaanmupun ku...

Pesta Demokrasi UPI “PEMILU REMA”

Dalam demokrasi, saya pikir “dia yang disepakati oleh mayoritaslah yang layak terpilih sebagai seorang pemimpin”. Indonesia adalah negara demokrasi maka dari itu diadakanlah Pemilu, Pilkada atau pemilihan pemilihan lain yang dilakukan untuk menentukan pemimpinya agar Pemimpin yang terpilih memiliki legitimasi dari representasi suara yang ia dapatkan dari hasil pemilu. Namun hal yang sangat penting adalah partisipasi Masyarakat, karena Pemilu ini dilaksanakan jelas untuk menentukan siapa yang akan memimpin rakyat. Disini sangat jelas bahwa masyarakat dituntut agar mampu memilih calon pimpinanya dengan baik yang jelas akan membawa gagasan yang diinginkanya tanpa ada paksaan atau intimidasi. Namun yang harus disoroti adalah bahwa tidak semua masyarakat itu mampu menilai setiap calon yang akan memimpinya, atau bahkan banyak pula masyarakat yang belum tau akan pentingnya partisipasi dia dalam ikut serta menentukan pilihan. Sudah jelas bahwa ini adalah tugas kita bersama selain kit...

Entahlah Manusia

Entahlah Manusia   Hari ini  Ada sedikit curahan nurani Entah apa semua ini Mungkin ini hanya mimpi Yang hanya sebuah ilusi Dan memang tidaklah pasti Aku berpikir tentang titik akhir Titik yang tak bisa aku pungkiri Hingga akupun merasa iri Iri karena kondisi Padahal semua ini sudah basi Aku mengharapkan bulan Namun tak semudah menunggu malam Aku mengharapkan mentari Namun tak semudah menunggu pagi Aku mengajak bintang tersenyum  Namun tak semudah pikir yg kurangkum Semua ini serasa keluar Keluar dari nalar Bulan Kupinta kau untuk turun Namun kau malah membuatku melamun Entahlah.. Mungkin aku sedikit gila Gila karena dunia Dunia yang terdapat manusia Manusia yang sedikit gila Gila yang tak kunjung tiba Nunut, 28 Rabiul Awal 1437

Candu Rindu

Candu Rindu Lagi lagi dan lagi Aku hanya bisa menggerutu  Menggurutu dalam nafsu Menggerutu dalam rindu Waktu waktu dan waktu Semua disalahkan pada waktu Hingga tak ada titik temu Padahal yg kupikirkan hanyalah kamu Tapi aku ragu  Apakah kamu tahu Aku tak tahu Entahlah Untuk bicara tentang rindu Aku tak bisa meramu Hingga semua menjadi syahdu Itu hanyalah palsu Mentari senja tak kunjung tiba Hanya ada cahaya yang merana Cahaya bulan tak kunjung datang Hanya bisa membuatku tak tenang Apa aku harus berpasrah pada lampu Hingga aku membuatmu ragu Akan adanya kehadiranmu Cahaya yang selalu kurindu Entahlah Cerita dibalik fakta Memang sedikit dusta Pagi siang sore hingga malam Mungkin ini jadi penggalan Tentang arti yang kusimpan Arti sebuah perjalanan Nunut,   Rabiul Awal 1437

Malam 00:30 pm

Gambar
(https://www.google.co.id) Malam 00:30 pm Tiba lagi di malam hari Tepatnya tengah malam Malam pertengahan menuju pagi Malam layaknya malam Malam ini Langit tak memberikan mimik Mimik yang selalu kurindukan Malam ini Langit tak memberikan rupa Rupa yang selalu kudambakan Malam ini Langit tak memberikan keindahan Keindahan yang selalu kucintai Semua serasa sesak Sesak yang tak nampak Keindahan yang tertutup oleh kabut Keindahan yang serasa bias tanpa napas Langit... Mengapa kau membuatku ragu Akan segala keindahanmu Dimana sinarmu Aku tak tahu Apa kau malu akan kehadiranku Hingga kau tutup semua ramu yang membuatku rindu Aku di sini Sendiri dalam sepi Melamun kau sambil menanti Apakah ini suatu pertanda Untukku menjadi gila Untukku kembali merana Atas apa yang telah ada Sehingga aku tertampar Sehingga aku mulai sadar Bahwa Tentangmu yang indah Tentangmu yang cerah Bukan satu-satunya arah Untukku dapat berpasrah  Nunut, 27 Rabiul Awal 1437 00:30 pm